Contact Person 5373710c
Klik Fb

Teh Pekoe Super

Adalah teh yang diproses dengan menggunakan Metode Non Fermentasi dihasilkan dari pucuk pekoe yaitu Tanaman teh yang sudah berusia ratusan tahun, TERBUKTI mengandung banyak senyawa Bio Aktif yang diperlukan oleh tubuh kita

Air Terjun Parang Ijo

Air terjun ini berjarak tempuh sekitar 20 menit dari komplek wisata candi Cetho. Bagi Anda yang kerap bergelut dengan kesibukan aktivitas kerja, tentu akan merasa jenuh. Tempat wisata ini cocok untuk anda

Peternakan Semut Rang Rang Taruna Tani

Kroto merupakan makanan utama bagi burung yang gemar berkicau, seperti kacer, murai, prenjak dan lain lain, oleh karena itu didesa kami ada peternakan dan pengembangbiakan semut rang rang, silahkan dilihat..

Sayuran Organik Yang Segar Dan Menyehatkan

... ^_^...

Keindahan Alam Kabupaten Karanganyar

Memang daerah saya sebagian besar adalah pedesaan namun pemandangan di daerah sini gak kalah cantiknya dengan daerah lain, Monggo difollow Instagram saya

Kata Kata Motivasi Andrie Wongso

Tekad merupakan sumber motivasi bagi kemajuan dan kesuksesan! Mereka yang memiliki tekad yang kuat, Dia bisa menciptakan apa yang TIDAK MUNGKIN menjadi MUNGKIN! -Andrie Wongso

Monday, June 2, 2014

KISAH KEIKHLASAN SEORANG TUKANG SOL SEPATU

KISAH KEIKHLASAN SEORANG TUKANG SOL SEPATU

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ..
Cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah Sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan Condong Catur demi menyambung hidup. Mbah Sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir “Mau nonton apa saya malam ini?”, Mbah Sarno cuma bisa berfikir “Saya bisa makan atau nggak malam ini?”

Di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi Mbah Sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.

Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah di ujung gang, dia pun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru. Ketika Mbah Sarno menambal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.

“Wah cepat sekali. Berapa pak?”

“5000 rupiah mas”

Sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah Sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.

“Wahhh,, mas gak ada uang pas ya?”

“Nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”

“Maaf Mas, saya nggak punya uang kembalian”

“Waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan”

“Udah mas, nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”

“Oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”

Jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi Mbah Sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “Ikhlas bekerja dan tak putus berusaha. Insya Allah akan terbuka jalan."

Waktu menunjukkan pukul 3 lebih, ia pun menyempatkan diri shalat Ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.

“Ya Allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakMu.”

Selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.

Saat ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.

“Wah kebetulan kita ketemu disini, Pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.”

Kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.

“Loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”

“Sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, pak. Alhamdulillah , hari ini saya tes wawancara, dan Allah menolong saya. Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya Allah minggu depan saya berangkat ke Prancis pak. Saya mohon doanya ya pak”

Tak kuasa menahan rasa haru yang sangat, Mbah Sarno terguguk menangis. Terima kasih ya Allah atas rejeki Mu hari ini.. sungguh benar Engkau begitu dekat.

Semoga bermanfaat.. :)


http://frutablendhwi.com

KETIKA KITA MENUNTUT SEMUANYA SERBA SEMPURNA


KETIKA KITA MENUNTUT SEMUANYA SERBA SEMPURNA

Ada sebuah cerita tentang seorang prajurit yang akhirnya pulang setelah bertempur di Vietnam. Ia menelepon orang tuanya dari San Francisco. "Bapak dan Ibu, aku segera pulang tapi aku minta ijin Bapak Ibu untuk membawa teman ke rumah."

"Tentu, " jawab mereka, "kami akan senang bertemu dengannya."

"Ada sesuatu yang Bapak Ibu harus tahu," sang anak melanjutkan, "dia terluka cukup parah dalam pertempuran. Dia menginjak ranjau dan kehilangan satu lengan dan satu kaki. Dia tidak punya tempat lain untuk pergi, dan saya ingin dia tinggal bersama kita."

"Oh sungguh menyedihkan, Nak. Pasti kita bisa membantunya untuk mencari tempat tinggal."

"Tidak, Ayah dan Ibu. Aku ingin dia tinggal bersama kita."

"Nak, " kata sang ayah, "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Seseorang dengan kondisi cacat seperti itu akan menjadi beban yang berat pada kita. Kita juga hanya hidup pas-pasan, dan kita tidak bisa membiarkan sesuatu seperti ini mengganggu kehidupan keluarga kita. Bapak pikir anak cukup segera pulang saja dan lupakan orang itu. Dia akan menemukan cara untuk bisa menghidupi diri sendiri."

Sang anak kemudian menutup telepon dan kedua orangtuanya tidak pernah lagi mendengar kabar anak mereka. Beberapa hari kemudian, mereka menerima telepon dari polisi San Francisco. Anak mereka meninggal karena jatuh dari sebuah gedung, demikian kabar yang mereka terima. Polisi yakin si anak bunuh diri.

Orang tua yang berduka itu terbang ke San Francisco dan dibawa ke kamar mayat untuk mengidentifikasi tubuh anak mereka. Mereka mengenalinya, tapi betapa tersayat-sayat hati keduanya, karena anak mereka hanya memiliki satu lengan dan satu kaki.

Moral dari cerita seperti itu, dilansir Moralstories:  Orang tua dalam cerita ini seperti kebanyakan dari kita. Kita merasa mudah mencintai orang yang tampan atau menyenangkan untuk kita pamerkan ke para tetangga dan teman, tapi kita tidak suka orang-orang yang tidak menyenangkan kita atau membuat kita merasa tidak nyaman. Kita lebih suka tinggal jauh dari orang-orang yang tidak sehat, tidak cantik atau tidak tampan, atau tidak sepintar kita.

Beruntunglah jika ada orang yang tidak memperlakukan kita seperti itu. Seseorang yang mengasihi kita dengan kasih tanpa syarat yang menyambut kita ke dalam keluarga selama-lamanya, terlepas dari bagaimana kacaunya keadaan kita.

Setiap malam, sebelum kita terlelap di kehangatan malam, sisipkanlah doa sedikit saja semoga Allah memberi kita kekuatan untuk menerima orang lain apa adanya. Berdoalah semoga Allah membantu kita untuk bisa memahami mereka -- siapapun -- yang berbeda kondisinya dari kita. Aamiin.

Dari: griyagawedotcom

Jangan Mengeluh


Sebuah keset mengeluh pada temannya yang adalah sekuntum bunga mawar segar.
Berikut percakapan mereka:

Keset: "Aku iri padamu. Setiap pagi kamu dipetik, diberi air, kadang dicium oleh para wanita cantik karena keharumanmu. Setiap orang mengagumi warna merahmu yang indah. Sedangkan aku? Aku diinjak-injak setiap hari. Tak ada seorang pun yang memandang, apalagi menghargaiku. Mereka hanya menggunakan aku untuk membersihkan alas sepatu mereka yang kotor."

Bunga Mawar: "Keset, kamu dan aku memang berbeda. Kamu memiliki fungsimu sendiri, demikian juga dengan aku. Kalau aku dipilih untuk mempercantik dan mengharumkan ruangan, maka para manusia itu memilih kamu untuk tujuan lain."

Keset: "Aku tak melihat ada kegunaan baik dari diriku. Lihat saja diriku! Penuh dengan kotoran lumpur dan debu. Aku bosan terus menerus begini."

Bunga Mawar: "Siapa bilang kamu tak berguna? Coba sekarang kamu lihat ruangan sekelilingmu! Debu maupun tanah yang biasanya melekat di dasar sepatu orang-orang itu tak sampai mengotori ruangan. Dan semua itu karena siapa? Karena kamu. Karena jasamulah ruangan ini bisa tetap bersih."

Keset: "Ii..iya sih, tapi lihat aku kan yang jadi kotor..."

Bunga Mawar: "Keset yang kotor masih bisa dicuci dan dibersihkan lagi. Selain itu, kamu juga selalu ada di ruangan ini sepanjang waktu karena kamu memang dibutuhkan. Lain dengan aku. Aku tidak bisa dicuci. Sekali layu, aku akan dibuang begitu saja. Tidak setiap saat aku bisa berada dalam ruangan ini. Aku hanyalah sebuah hiasan, bukan kebutuhan."

Sejak mendengar penjelasan panjang lebar dari si mawar, keset mulai menegakkan kepalanya dan berbangga hati. Meski diinjak-injak setiap hari, namun dia tahu bahwa dia tetap memiliki guna.

Bagaimanakah dengan Anda? Apakah saat ini Anda merasa sedang dipandang remeh oleh orang lain? Apakah keberadaan Anda jauh dari sorotan? Jangan khawatir! Meski tak dipandang, tetap lakukan tugas Anda sebaik-baiknya, sebab akan tiba waktunya, dan Anda pasti mendapatkan upah dari segala jerih payah Anda. Semangat!

Sumber : vemale dot com