Contact Person 5373710c
Klik Fb

Teh Pekoe Super

Adalah teh yang diproses dengan menggunakan Metode Non Fermentasi dihasilkan dari pucuk pekoe yaitu Tanaman teh yang sudah berusia ratusan tahun, TERBUKTI mengandung banyak senyawa Bio Aktif yang diperlukan oleh tubuh kita

Air Terjun Parang Ijo

Air terjun ini berjarak tempuh sekitar 20 menit dari komplek wisata candi Cetho. Bagi Anda yang kerap bergelut dengan kesibukan aktivitas kerja, tentu akan merasa jenuh. Tempat wisata ini cocok untuk anda

Peternakan Semut Rang Rang Taruna Tani

Kroto merupakan makanan utama bagi burung yang gemar berkicau, seperti kacer, murai, prenjak dan lain lain, oleh karena itu didesa kami ada peternakan dan pengembangbiakan semut rang rang, silahkan dilihat..

Sayuran Organik Yang Segar Dan Menyehatkan

... ^_^...

Keindahan Alam Kabupaten Karanganyar

Memang daerah saya sebagian besar adalah pedesaan namun pemandangan di daerah sini gak kalah cantiknya dengan daerah lain, Monggo difollow Instagram saya

Kata Kata Motivasi Andrie Wongso

Tekad merupakan sumber motivasi bagi kemajuan dan kesuksesan! Mereka yang memiliki tekad yang kuat, Dia bisa menciptakan apa yang TIDAK MUNGKIN menjadi MUNGKIN! -Andrie Wongso

Friday, March 6, 2015

Bercita-Cita Setinggi Akherat

BERCITA-CITA SETINGGI AKHIRAT !! WHY NOT !!

Jika selama ini, kita diajarkan sejak kecil untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit, maka sekalian saja naikkan cita-cita kita ke akhirat. Kenapa tidak?

Toh dengan bercita-cita akhirat, maka Allah Ta'ala akan membantu memudahkan urusan kita, akhirat dapat dan dunia pasti dapat. Sedangkan kalau cita-cita hanya dunia, maka khawatirnya kita hanya mendapat dunia, dan di akhirat kita menjadi orang yang rugi besar.

Allah Ta'ala berfirman,

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ

“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat maka akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia maka akan Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia, dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat.” (Qs. Asy-Syura: 20)

لْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى 

“Akan tetapi, kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Qs. Al-A’laa: 16--17)

Ada kisah menarik di zaman tabiut tabi'in. Seorang ulama besar bernama Abdullah bin al-Mubarak, seorang ulama ahli hadits sekaligus seorang pedagang yang berhasil. Beliau rahimahullah ditanya oleh Fudhail bin Iyadh, "Engkau selalu mengajari kami untuk zuhud terhadap dunia, tetapi aku lihat engkau sibuk berdagang di pasar-pasar."

Abdullah bin al-Mubarak menjawab bahwa dia bersemangat berdagang karena ingin menanggung nafkah ulama-ulama ahli hadits, agar para ulama tersebut tetap fokus mengajar ilmu hadits dan tidak sibuk bekerja. Alasannya, kalau mereka sibuk bekerja, mereka tidak lagi memiliki waktu yang cukup untuk mengajarkan hadits." (Kisah itu disebutkan oleh Imam adz-Dzahabi dalam kitab Siyar A'alam an-Nubala', pada biografi Abdullah bin al-Mubarak)

Lihatlah betapa indahnya cita-cita ini, dan betapa Allah Ta'ala membuktikan janjinya. Beliau rahimahullah justru sukses dalam berdagang, menjadi pengusaha kaya, namun tetap zuhud terhadap dunia, yaitu tidak meletakkan dunia di hatinya. Dunia hanya sarana, bukan tujuan. Beliau mengerti hakikat kehidupan dunia yang fana, dunia hanya wasilah untuk kebahagiaan akhirat.

Semoga kita tidak sekedar memiliki cita-cita keduniaan setinggi langit namun milikilah cita-cita setinggi akhirat.

Wednesday, March 4, 2015

Anak Anda Adalah Cermin Diri Anda

"Anak Anda adalah cermin diri Anda"



إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ، صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يَنْتَفِعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ
Ketika mati anak Adam, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariah, ilmu yang bermannfaat, dan anak yang shaleh yang mendoakannya. (HR Muslim). 

Sesungguhnya orang yang memahami hadits ini akan melihat bagaimana pentingnya kita dalam mendidik anak-anak kita, anak kita dalah asset kita diakherat kelak yang tidak akan putus-putus dan terus mengalir kalau kita berhasil dalam mendidik nanak-anak kita menjadi anak yang shaleh yang selalu mendoakan kita. 
Apa yang kita ajarkan kepadanya berupa shalat, puasa, akhlak yang mulia dan perbuatan baik yang lain merupakan ilmu yang bermanfaat baginya. Sehingga kita akan mendapat pahala dari apa-apa yang telah kita ajarkan. 

Ini merupakan bukti yang membenarkan kata junjungan kita, Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam dalam hadits Shahih-nya, "Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, maka ia akan mendapatkan ganjaran sebagaimana imbalan yang diterima oleh orang-orang yang mengikutinya dimana tidak berkurang sedikit pun baginya imbalan mereka. Sebaliknya, barangsiapa mengajak kepada suatu kesesatan, maka ia akan mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang yang mengikutinya dimana tidak berkurang sedikit pun baginya dosa-dosa mereka. " 

Demikian juga sebaliknya dengan belajar dari ayahnya perbuatan yang buruk, merokok misalnya, atau menyaksikan tayangan-tayangan telanjang di televis atau video atau hal-hal buruk lainnya, maka si ayah juga akan mendapatkan dosa dan keburukan-keburukan persis sebagaimana yang dilakukan oleh anaknya. 
Dalam hadits dikatakan, "Sesungguhnya Allah akan menanyakan setiap pemimipin tentang apa yang ia pimpin, apakah ia meramut atau menyia-nyiakannya, sampai setiap laki-laki pun akan ditanya tentang keluarganya. " 

Kajian ayat-ayat Al-Qur `an, hadits-hadits, riwayat-riwayat dari para imam keluarga Nabi saw dan para ulama yang lain, serta penelitian sejarah dan bukti-bukti penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki pengaruh penting dan dampak langsung terhadap perjalanan nasib dan masa depan anak-anak mereka, baik di masa anak-anak, di masa remaja, maupun setelah dewasa. 

Orang tua yang meramut dan memperlakukan anak- anak mereka dengan kasih sayang, perhatian, pendidikan, pengawasan, dan pengarahan dengan baik sesuai norma-norma agama, sehingga akan membawa anak-anak menuju pintu gerbang kebahagiaan baik kebahagian di dunia maupun kebahagiaan di akherat. Sebaliknya orang tua yang tidak mendidik mereka dengan baik bahkan mengabaikan mereka dalam pendidikan agamanya, akan menjadikan mereka sebagai korban kesengsaraan, menempatkannya jauh dari jalan kebenaran, serta mengantarkannya ke tepi jurang kehancuran dunia akherat. 

Setiap muslim yang memahami ajaran agamanya akan sadar sepenuhnya bahwa ia bukan hanya harus memperhatikan masa depan anak-anak mereka di dunia, tetapi juga harus membawa mereka pada kebahagiaan abadi di akhirat nanti. Cukuplah hal itu diingatkan oleh Al-Qur'an dalam surat At-Tahrim ayat (6) yang artinya, "Wahai orang - orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu-batuan. "Didalam surat Az-Zumar ayat (15) kita juga diingatkan agar tidak membuat diri kita dan keluarga kita merugi di hari kiamat. Dalam ayat itu Allah menyatakan yang artinya "sesungguhnya orang-orang yang merugi adalah orang-orang yang merugikan keluarga mereka pada hari kiamat. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata ". 

Ingatlah anak Anda adalah cermin diri Anda.

Allah Menjawab Melalui Firmanya

ALLAH MENJAWAB MELALUI FIRMANNYA....(MOTIVASI )

Ketika kita mengeluh : “Ah mana mungkin.....”
Allah menjawab : “Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata “Jadi”, maka jadilah (QS. Yasin ; 82)

... ... ... Ketika kita mengeluh : “Capek banget gw....”
Allah menjawab : “...dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An-Naba :9)

Ketika kita mengeluh : “Berat banget yah, gak sanggup rasanya...”
Allah menjawab : “AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)

Ketika kita mengeluh : “Stressss nih...Panik...”
Allah menjawab : “Hanya dengan mengingatku hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ro’d :28)

Ketika kita mengeluh : “Yaaaahh... ini mah semua bakal sia-sia..”
Allah menjawab :”Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al-Zalzalah :7)

Ketika kita mengeluh : “Gile aje..gw sendirian..gak ada seorangpun yang mau bantuin...”
Allah menjawab : “Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60

Ketika kita mengeluh : “ Duh..sedih banget deh gw...”
Allah menjawab : “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)

sahabat2ku semua, kita smua yg mulai galau atas perhatian Allah yg serasa jauh dari kita,, padahal sebaliknya Allah dekat selalu (QS. Al-Baqarah 186) .

Wahai sahabat janganlah pernah mengeluh dan bersedih krn sesungguhnya ALLAH SWT yang maha Kasih selalu berserta hamba2NYA yg beriman...

TETAP SEMANGAT.....caiyoooooooooooo